live a simple life

seorang dosen matematika fisika (ini nama mata kuliah loh, bukan matkul matematika ama fisika, tapi emang matematika fisika) suatu hari dalam mata kuliahnya pernah berkata..

"terkadang dalam menghadapi sebuah problematika,,kita sendiri yang bikin masalahnya jadi kompleks dan ga simpel..
misalnya,,saya (si dosen itu maksudnya) pernah bermasalah dengan sebuah hewan yang bernama tikus di rumah saya (eh,,sumpah pak,,dalam 2 hari kemaren saya juga!!!) pernah ada seekor tikus di rumah saya,,dan saya berusaha keras untuk menangkap si tikus itu.. segala cara saya upayakan untuk dilakukan, mulai dari membeli perangkap tikus dari yang harganya sepuluh ribu sampe seratus ribuan saya coba pasang, lem tikus berbagai merk juga pernah saya coba..tapi sang tikus kelewat cerdik..semua jebakan2 yg disiapin ga bisa juga buat dia kejebak..

sampe akhirnya si saya memutuskan untuk menyerah dan pasrah saja,,
ternyata 3 hari kemudian muncul bau bangkai yang sangat menyengat dari sofa saya,,ternyata sang tikus ga sengaja kejepit disana dan mati.."

ternyata,,untuk mengusir tikus yang mengganggu itu ga perlu repot2..

kongkritnya mungkin untuk menjawab soal seperti ini..
"diketahui A berangkat ke ledeng dari terminal cicaheum menggunakan angkot caheum ledeng pada pukul 08.00..jarak antara terminal caheum dan ledeng adalah 20km,,kecepatan rata-rata angkot yang di naiki A adalah 45km/h..waktu untuk ngetem + naik turun penumpang yg dibutuhkan angkot caheum-ledengnya si A adalah 20 menit..
sementara itu,,15 menit setelah A berangkat,,si B berangkat dari jalan suci (5km dari terminal cicaheum) dengan menggunakan angkot yang berbeda (tapi masih sama jurusannya: caheum-ledeng) kecepatan rata-rata yang dimiliki oleh si angkot yang dinaiki B adalah 30km/h..karena angkot yang dinaiki si B udah penuh,,maka sang angkot tak memerlukan waktu untuk ngetem dan naik turun penumpang.."

pertanyaannya adalah,,
dimanakah A bertemu B..

mungkin kebanyakan orang akan menjawab pertanyaan ini dengan menggunakan persamaan2 Kinematika pada kerangka linear,,dengan menggunakan variabel2 yang disediakan berupa waktu, jarak, serta kecepatan..

namun sadarkah,,untuk menyelesaikan soal tersebut sebenarnya sangat amat mudah sekali pisan,,bahkan ga perlu belajar fisika lah..

jawabannya adalah,,
tentu saja mereka bertemu di terminal ledeng..

hehehe,,
menghibur kah..??

tapi,,mau disadari atau tidak,,cobalah jalani hidup ini dengan sedikit lebih rileks,,dan menyenangkan..buat saja hidup ini jadi sederhana,,ga usah lah memperumit berbagai macam hal..

satu yang perlu diinget,,
simpel atau sederhana disini bukan berarti mudah,,
hidup itu perjuangan bung!!

untuk bertahan hidup kita harus selalu berjuang,,dan tak pernah henti berjuang,,

tapi,,
cobalah si perjuangannya itu kita sederhanakan bentuknya,
biar ga nyapein kita juga..

hohoho~~
medan perjuangan tak semudah medan berkata-kata..(i know!!)

saya tidak berusaha untuk menjadi sosok yang sok idealis di sini (seperti yang pernah dikomentari oleh salah seorang rekan),,cuma ingin bertukar pikiran,,karena saya juga masih jauh dari sosok manusia sempurna,,manusia ideal..

tapi,,
menjadi berusaha menjadi sebuah vektor yang bergerak ke arah sana mengapa tidak..??

One Response to “live a simple life”

  1. Luky Says:

    hehehe..
    sudah sperti saya bilang!!
    make it simple!!!
    ngapain puyeng2!!
    g usah terlalu banyak variable yg bikin mumet.
    klo variabel tersebut g ngaruh2 amat, ya… buang aja!!
    hehehe…

Leave a Reply